Wounded orangutan found in Indonesia with 74 airgun pellets in body

 A severely wounded orangutan has been found with 74 airgun pellets in her body in Indonesia’s Aceh province, officials said Wednesday.

The orangutan, estimated to be 30 years old, was rescued on Saturday in Subulussalam district with broken bones, bruises and cuts to her legs, said Sapto Aji Prabowo, the head of the government-run Nature Conservancy Agency in Aceh on Sumatra island. 

“An X-ray photo showed 74 airgun pellets spread all over its body,” he said.

View this post on Instagram

Kritis, Orangutan Sumatera Ditembak 74 Peluru di Aceh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di kebun warga tepatnya di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam setelah mendapat laporan dari masyarakat, Sabtu (9/3). Tim BKSDA Aceh bersama dengan personel WCS-IP dan HOCRU-OIC turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi dua individu orangutan terdiri dari anak dan induknya, Minggu (10/3). Dari pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orangutan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orangutan terluka parah karena tembakan senapan angin. Sedangkan bayi orangutan yang berumur 1 bulan, dalam kondisi kekurangan nutrisi parah dan shock berat. Tim kemudian bergegas membawa kedua orangutan tersebut ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif. Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi. Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Kondisi orangutan masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam. Induk orangutan sumatera berusia sekitar 30 tahun tersebut selanjutnya diberi nama HOPE yang berarti “HARAPAN”, dengan harapan, Hope bisa pulih dan bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. KLHK mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi. BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam ini. KLHK mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan masyarakat yang membantu dalam evakuasi orangutan HOPE. . Sumber foto: YEL SOCP, OUC, dan BKSDA Aceh #saveorangutan

A post shared by Kementerian LHK (@kementerianlhk) on

A one-month old baby orangutan found with her died from malnutrition while being transported to a rehabilitation centre in North Sumartra province, the Forestry and Environment Ministry said.

The adult orangutan is in stable condition and has been given the name Hope, it said.

“We condemn the savage attack on orangutans carried out by irresponsible people,” the ministry said in a statement. 

Classified as “critically endangered” species, orangutans number around 111,000 in the wild on the islands of Sumatra and Borneo, according to the World Wildlife Fund conservation group.

Conservationists have said the species’ survival is threatened by poaching and the destruction of their habitat through the logging industry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s